10 Fakta dan Mitos Tentang Diabetes, Nomor 3 Sangat Beresiko
Juli 18, 2018
Edit
Anda mungkin sudah sering mendengar tentang penyakit gula atau diabetes. Namun belum tentu Anda mengetahui dengan jelas seperti apa penyakit diabetes itu bagi mereka yang telah mengalaminya.
Berikut adalah beberapa fakta penting yang harus diketahui seputar penyakit diabetes, seperti dilansir oleh Mag for Woman.
1. Mitos menggunakan insulin artinya akhir dari kehidupan
Menurut Maya, banyak orang yang beranggapan demikian karena insulin harus dipakai seumur hidup. Padahal, penggunaan insulin seumur hidup hanya mutlak dilakukan oleh penderita diabetes tipe satu.
Pemberian insulin untuk tipe kedua, dilakukan ketika obat oral tidak cukup untuk mengontrol gula darah atau pada keadaan tertentu. ”Faktanya, insulin punya manfaat yang luar biasa, antara lain untuk memperbaiki infeksi, mempercepat perbaikan inflamasi, mencegah pankreas bekerja terlalu berat, dan masih banyak lagi. Jadi, jangan takut dengan insulin,” katanya.
2. Seringkali orang tak mengetahui ketika mereka terkena diabetes
Banyak orang yang tak menyadari bahwa mereka berisiko tinggi terkena diabetes dan baru mengetahuinya ketika tingkat diabetes yang mereka alami sudah parah. Jika Anda memiliki risiko diabetes tinggi, baik karena pola makan yang tak sehat, gaya hidup tak sehat, atau garis keturunan, maka pastikan untuk lebih berhati-hati. Periksakan diri setiap dua bulan sekali untuk melihat tingkat gula darah dalam tubuh. Lebih baik mencegah sebelum terlanjur terkena diabetes.
3. Diabetes bisa memicu kebutaan dan penyakit jantung
Jika tidak segera diobati, diabetes bisa memicu kebutaan dan juga penyakit jantung. Mata yang sudah terkena glaukoma tak akan bisa kembali normal, begitu juga dengan penyakit jantung. Ada baiknya untuk selalu mengecek tingkat gula darah agar diabetes yang diderita tidak sampai menyebabkan efek buruk pada organ tubuh yang lain.
4. Hati-hati dengan luka terbuka
Jika Anda menderita diabetes, hati-hati dengan luka terbuka. Luka akan lebih lama sembuh dan menutup pada pasien diabetes. Ini akan memperbesar kemungkinan luka terinfeksi, terutama pada bagian kaki dan tumit. Bersihkan kaki dengan hati-hati dan selalu gunakan alas kaki.
5. Diabetes tipe-2 biasanya tidak menunjukkan gejala
Diabetes tipe-2 seringkali tidak menunjukkan adanya gejala. Hal ini yang membuat orang tak tahu mereka berisiko dan terkena diabetes hingga terlambat. Pada diabetes tipe-2, Anda akan menemukan gejala seperti sering buang air kecil dan mudah lelah. Namun untuk mengetahui diabetes tipe-2, Anda harus melakukan tes secara teratur.
6. Diabetes yang disebabkan obesitas bisa diatasi dengan operasi
Jika diabetes yang Anda alami disebabkan oleh obesitas, maka ada cara untuk mengontrol gula darah Anda, yaitu dengan melakukan operasi bariatrik. Namun sebelum melakukannya sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter, karena operasi ini juga memiliki efek samping dan risiko komplikasi sendiri.
7. Diabetes akibat hamil bisa bertahan hingga bayi lahir
Ketika hamil, wanita lebih rentan untuk mengalami diabetes yang disebut dengan gestational diabetes. Biasanya ini terjadi ketika wanita yang tak memiliki diabetes tiba-tiba mengalami peningkatan gula darah saat hamil. Diabetes jenis ini bisa sembuh dan hilang setelah bayi lahir, namun tak menutup kemungkinan juga masih terus berlanjut setelah bayi lahir. Jika Anda mengalaminya, jangan lengah. Terus terapkan gaya hidup sehat dan pola makan yang sehat setiap hari.
8. Diabetes bisa disembuhkan Cuma Mitos
Maya menyebutkan, orang yang sudah terlanjur menderita diabetes, tidak bisa disembuhkan secara total. Namun, yang harus digarisbawahi adalah penyakit itu tetap bisa dikendalikan sehingga kualitas hidup penderita bisa sesehat orang lain.
Untuk ”bersahabat” dengan diabetes, Maya menyarankan agar melakukan pengobatan sesuai dengan kebutuhan pasien sehingga dapat mencegah timbulnya komplikasi pada organ-organ lain. ”Lalu edukasi mengenai diabetes, pengaturan makan dan olah raga teratur, menjadi pilar penting dalam pengobatan diabetes,” ujarnya.
9. Mitos soal diabetes tipe kering dan basah
Di kalangan masyarakat, ada anggapan yang menyebutkan tentang diabetes tipe kering dan basah. Menurut Maya, sebenarnya tidak ada istilah tersebut. Kedua istilah itu muncul karena anggapan bahwa pada penderita diabetes, terjadi penurunan berat badan yang drastis (kering) karena gula tidak dapat diubah oleh insulin menjadi energi pada sel tubuh.
Sedangkan istilah diabetes tipe basah muncul karena penderita diabetes sering kali mengalami luka yang sulit sembuh dan bernanah. ”Tidak ada diabetes tipe kering dan basah. Yang ada hanya proses perjalanan penyakitnya atau progresivitasnya,” ujarnya.
10. Mitos orangtua diabetes pasti memiliki anak yang juga menderita diabetes
Maya menyebutkan, seorang anak dari orangtua diabetesi memang berisiko dua kali lipat menderita diabetes, dibandingkan dengan anak dari orangtua yang bukan diabetesi. ”Akan tetapi, sebenarnya tidak semua anak yang punya orangtua penderita diabetes, akan ikut menderita diabetes. Itu juga dipengaruhi oleh pola hidup yang kurang baik,” ujar Maya.
